ANALISA TEKNOLOGI KIPAS ANGIN DARI SISI PASITIF DAN NEGATIF
Kipas angin adalah sebuah alat yang dipergunakan untuk menghasilkan angin, baik untuk penyegar udara maupun untuk mengeringkan sesuatu yang umumnya memakai komponen penghasil panas. Kipas angin dibedakan menjadi 2 yaitu kipas tradisional (kipas tangan) dan kipas yang menggunakan tenaga listrik. Kipas angin pertama kali dibuat di timur tengah pada awal abad ke 19. Kipas angin pertama kali berbentuk kipas angin atap yang mulai dikenal masyarakat pada tahun 1860 an. Cara kerjanya digerakkan oleh putaran air yang menggerakkan semacam sabuk yang dihubungkan secara manual dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan beberapa kipas angin sekaligus. Kemudian masuklah kipas angin elektrik ke pasar tahun 1880 an. Tapi kini desain kipas angin tradisional telah di klaim kurang sempurna dalam menghasilkan angin. Udara yang ditangkap dan dihembuskan kurang dapat mengasilkan angin yang maksimal.
Perkembangan kipas angin semakin bervariasi baik dari segi ukuran, penempatan posisi, serta fungsi. Ukuran kipas angin mulai kipas angin mini (Kipas angin listrik yang dipegang tangan menggunakan energi baterai), kipas angin Kipas angin digunakan juga di dalam Unit CPU komputer seperti kipas angin untuk mendinginkan processor, kartu grafis, power supply dan Cassing. Kipas angin tersebut berfungsi untuk menjaga suhu udara agar tidak melewati batas suhu yang di tetapkan.
Kini, banyak yang berpendapat bahwa kpias angin lebih baik daripada AC, bahkan lebih sehat. Kipas angin memang tidak berfungsi sebagai pendingin, hanya menimbulkan efek angin dingin. Namun sebaliknya, AC tidak memiliki fungsi sirkulasi udara. Karena ruangan serba tertutup, udara di dalam kamar akan berputar di area tersebut sepanjang hari. Anda ingat? saat menarik napas, kita akan menghirup O2, dan akan mengeluarkan CO2 saat membuang napas. Itu artinya, ketika kita tidur bersama orang lain, kita juga akan menghirup CO2 yang dikeluarkan oleh teman tidur kita. Maka jangan heran bila kita mudah tertular flu jika tidur bersama adik atau suami yang sedang kena flu di dalam ruangan ber-AC. Bukannya kita tidak boleh menggunakan AC sama sekali. Namun, minimalkan penggunaan pendingin udara ini. Misalnya, gunakan hanya pada malam hari, sedangkan siang hari digantikan oleh kipas angin. Untuk menghindari perut kembung atau rasa masuk angin, jangan langsung mengarahkan angin ke tubuh Anda saat memasang kipas angin.
Disisi lain, pemakaian kipas angin yang berlebihan membuat debu dan tungau dalam ruangan terus berputar, nantinya debu terhirup lagi dan menyebabkan batuk atau asmanya kambuh. Ini bisa menjadi lingkaran setan. tapi taukah kita kalau efek kipas angin ini sangat berbahaya kalau angin dari kipas ini langsung menuju ke muka atau badan kita ? Suhu AC yang kelewat dingin dan semburan udaranya yang langsung mengenai wajah, kepala, dan leher dalam waktu lama (misalnya saat tidur malam), menyebabkan beberapa gangguan saraf. Semburan udara langsung tersebut bisa dari AC dan kipas angin.
Penyakit atau gangguan yang ditimbulkan dari bahaya angin yang langsung mengenai wajah atau leher antara lain Bell’s Palsy (kelumpuhan wajah sesisi). Penyakit ini menyebabkan terjadinya pembengkakan saraf wajah (saraf ke-7) satu sisi. Biasanya penderita akan merasa salah satu matanya pedih ketika cuci muka, karena mata itu tak dapat dipejamkan. Ia juga sulit berkumur, mulutnya miring/mencong, bicaranya pelo, saat minum airnya akan meler, dan pengecapan lidah berkurang. Penemuan terakhir menunjukkan adanya kemungkinan infeksi virus yang terbawa oleh udara atau angin. Penyakit lainnya yaitu Tortikolis (leher tengeng/salah bantal), Frozen shoulder (bahu beku), Carpal tunnel syndrom yaitu penyakit dengan gejala kesemutan dan nyeri pada tangan terutama 3 pertama (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Gejala akan lebih terasa pada malam hari dalam ruang ber-AC. Gejal itu disebabkan adanya pembengkakan saraf yang melewati terowongan di pergelangan tangan. Suhu dingin kipas angin juga berbahaya bagi penderita rematik. Pada penderita migren pun kipas pun bisa memicu kekambuhan.
Jadi, nyalakan kipas angin sesuai kebutuhan, jangan menyalakan kipas angin dalam ruangan kosong. Segera matikan bila tidak diperlukan. Kemudian bila menyalakan kipas angin aturlah pada putaran paling rendah atau sedang. Putaran cepat berarti kipas angin membutuhkan tenaga lebih besar yang berarti penggunaan listrik lebih banyak dan terjadi pemborosan energi juga berakibat pembayaran listrik jadi membengkak. Gunakan timer pada kipas angin (bila ada) dan sebaiknya atur waktunya sesuai kebutuhan.
Sumber : http://history-our.blogspot.com/2010/08/sejarah-kipas-anign.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Electric_Fan_720x1070.jpg
http://female.kompas.com/read/2010/07/12/16175520/Pasang.Kipas.Angin.Lebi
Baik.daripada.AC
http://health.kompas.com/index.php/read/2011/03/30/14004957/Pasien.Asma.Hindari.Kipas.Angin
http://awankthereds.multiply.com/journal/item/29/Pilih_AC_atau_Kipas_Angin_
http://awankthereds.multiply.com/journal/item/29/Pilih_AC_atau_Kipas_Angin_
http://www.kulinet.com/baca/kipas-angin-dan-pengaruhnya-dalam-mendinginkan-ruangan/1053
Selasa, 12 April 2011
Sabtu, 12 Maret 2011
karakteristik orang Jepang berdasarkan letak geografisnya
KARAKTERISTIK ORANG JEPANG BERDASARKAN LETAK GEOGRAFISNYA
Jepang adalah negara kepulauan yang terletak di sebelah timur benua Asia. Yang membentang dari utara ke selatan. Dua per tiga negara Jepang adalah hutan yang sebagian besar dihuni oleh gunung berapi yang diantaranya masih aktif. Sekitar 29% dataran rendah yang memiliki sungai-sungai sempit dan deras. Secara geologis, negara Jepang terletak diantara dua lempeng bumi, yaitu lempeng Mediterania dan Lempeng Pasifik yang senantiasa berada dalam bahaya gempa bumi. Struktur tanah atau pegunungan vulkanis didasar samudera Pasifik yang labil sering menimbulkan gempa didasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami.
Penduduk asli Jepang adalah suku Ainu atau suku Yamato, karna jaman dulu suku Ainu menetap di kota Nara yang pada saat itu disebut dengan kota Yamato. Laki-laki Ainu umumnya memiliki rambut yang lebat dan banyak penelitian yang menduga bahwa mereka keturunan Kaukasus.
Dalam hal karakteristik atau sifat orang Jepang pada umumnya adalah mengesankan pribadi yang sangat baik. Seperti mandiri, ramah dan sopan, ekspresif, menghargai usaha, budaya mengantri, tumbuh sebagai satu komunitas, tekun dan teliti, kerja keras, hidup hemat, loyalitas, budaya baca, pantang menyerah, kerjasama kelompok dan jaga tradisi. Namun ada sifat negatifnya yaitu individualis. Ya, orang Jepang memang terkenal dengan sifat individualisnya, seperti contoh apabila dalam sebuah transportasi umum, tidak ada terdengar suara orang mengobrol, sapaan, orang tertawa ataupun suara-suara bising lainnya. Tentu ini menjadi hal yang kurang ekspresif.
Ada pula sifat lainnya yaitu malu. Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri) dengan menusukkan pisau ke perut menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah pertempuran. Masuk pada era modern, seperti pejabat, politikus dsb yang gagal menjalankan tugas justru akan melakukan bunuh diri yang juga merupakan hal terburuk di negara ini, bahkan Jepang menempati angka pertama dalam hal bunuh diri tertinggi didunia. Namun di sisi lain orang-orang Jepang sangat disiplin dan menaati peraturan, karena jika mereka melanggar mereka akan malu karena itu sudah menjadi kesepakatan umum. Budaya ini sangat patut untuk dicontoh namun tidak pada hal negatifnya.
Di Jepang juga banyak orang yang membawa kendaraan yaitu sepeda ataupun berjalan kaki. Tidak jarang seorang direktur atau GM sekalipun naik sepeda untuk bekerja walaupun jabatannya sudah tinggi. Banyak budaya Jepang yang memang sangat teratur dan disipilin, walaupun tidak bisa dibilang dengan tidak adanya hal negatif pula yang ada pada sifat orang Jepang tersebut.
Sumber : 1. Wikipedia Bahasa Indonesia
2. http://freeandzz.wordpress.com/2009/10/18/letak-geografis-jepang/
Jepang adalah negara kepulauan yang terletak di sebelah timur benua Asia. Yang membentang dari utara ke selatan. Dua per tiga negara Jepang adalah hutan yang sebagian besar dihuni oleh gunung berapi yang diantaranya masih aktif. Sekitar 29% dataran rendah yang memiliki sungai-sungai sempit dan deras. Secara geologis, negara Jepang terletak diantara dua lempeng bumi, yaitu lempeng Mediterania dan Lempeng Pasifik yang senantiasa berada dalam bahaya gempa bumi. Struktur tanah atau pegunungan vulkanis didasar samudera Pasifik yang labil sering menimbulkan gempa didasar laut yang mengakibatkan gelombang tsunami.
Penduduk asli Jepang adalah suku Ainu atau suku Yamato, karna jaman dulu suku Ainu menetap di kota Nara yang pada saat itu disebut dengan kota Yamato. Laki-laki Ainu umumnya memiliki rambut yang lebat dan banyak penelitian yang menduga bahwa mereka keturunan Kaukasus.
Dalam hal karakteristik atau sifat orang Jepang pada umumnya adalah mengesankan pribadi yang sangat baik. Seperti mandiri, ramah dan sopan, ekspresif, menghargai usaha, budaya mengantri, tumbuh sebagai satu komunitas, tekun dan teliti, kerja keras, hidup hemat, loyalitas, budaya baca, pantang menyerah, kerjasama kelompok dan jaga tradisi. Namun ada sifat negatifnya yaitu individualis. Ya, orang Jepang memang terkenal dengan sifat individualisnya, seperti contoh apabila dalam sebuah transportasi umum, tidak ada terdengar suara orang mengobrol, sapaan, orang tertawa ataupun suara-suara bising lainnya. Tentu ini menjadi hal yang kurang ekspresif.
Ada pula sifat lainnya yaitu malu. Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri) dengan menusukkan pisau ke perut menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah pertempuran. Masuk pada era modern, seperti pejabat, politikus dsb yang gagal menjalankan tugas justru akan melakukan bunuh diri yang juga merupakan hal terburuk di negara ini, bahkan Jepang menempati angka pertama dalam hal bunuh diri tertinggi didunia. Namun di sisi lain orang-orang Jepang sangat disiplin dan menaati peraturan, karena jika mereka melanggar mereka akan malu karena itu sudah menjadi kesepakatan umum. Budaya ini sangat patut untuk dicontoh namun tidak pada hal negatifnya.
Di Jepang juga banyak orang yang membawa kendaraan yaitu sepeda ataupun berjalan kaki. Tidak jarang seorang direktur atau GM sekalipun naik sepeda untuk bekerja walaupun jabatannya sudah tinggi. Banyak budaya Jepang yang memang sangat teratur dan disipilin, walaupun tidak bisa dibilang dengan tidak adanya hal negatif pula yang ada pada sifat orang Jepang tersebut.
Sumber : 1. Wikipedia Bahasa Indonesia
2. http://freeandzz.wordpress.com/2009/10/18/letak-geografis-jepang/
Sabtu, 19 Februari 2011
Matematikan dan Ilmu Alamiah Dasar
Dalam ilmu Psikologi sejauh ini, berusaha agar dipandang sebagai pendekatan yang ilmiah. Salah satu untuk menjadi ilmu yang ilmiah adalah dengan pengukuran. Artinya, kualitas kualitas Psikologis manusia diberikan dengan atribut berupa angka angka untuk lebih Matematis/Sistematis. Contoh disini untuk kasus psikologis dengan ilmu matematika adalah Statistik Inferensial. Statistik Inferensial adalah cara atau metode kuantitatif yang digunakan untuk pengambilan kesimpulan ataupun statistik yang digunakan untuk menggeneralisasikan data sampel terhadap populasi. Umumnya dari perhitungan statistik ini, banyak dilakukan penelitian dan pengumpulan data dalam masalahnya dengan psikologi. Contohnya adalah masalah pengaruh signifikan tayangan pada televisi terhadap anak anak, ataupun seperti contoh lain yaitu pengaruh bonus upah terhadap karyawan yang bisa menjadi motivasi untuk lebih giat bekerja.
Dalam Statistika Inferensial terdapat 2 bagian, yaitu Statistika Parametris dan Statistika Nonparametris. Statistika Parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. Parametris juga mengandung pengertian parameter, yaitu indikator dari suatu distribusi hasil pengukuran. Indikator dari distribusi pengukuran berdasarkan statistik parametik digunakan untuk menjadi parameter dalam distribusi normal. Didalam distribusi normal ini juga terdapat 2 parameter, yaitu mean dan varians. Maka, penerapan statistik parametris ini perlu memperhatikan hal hal seperti sampel diperoleh secara random (acak) dengan jumlah yang dianggap dapat mewakili populasi. Sedangkan Statistika Nonparametris digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal. Namun dalam statistik ini, tidak semua kondisi dalam pengukuran psikologi ideal untuk diterapkan pada semua teknik statistik, seperti contoh sulit mengasumsi bahwa variabel psikologis tertentu terdistribusi secara normal. Oleh karena itu, metode statistik nonparametris ini dianggap dapat lebih menjawab kebutuhan dan sesuai dengan kondisi dalam ilmu Psikologi.
Dalam Statistika Inferensial terdapat 2 bagian, yaitu Statistika Parametris dan Statistika Nonparametris. Statistika Parametris digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. Parametris juga mengandung pengertian parameter, yaitu indikator dari suatu distribusi hasil pengukuran. Indikator dari distribusi pengukuran berdasarkan statistik parametik digunakan untuk menjadi parameter dalam distribusi normal. Didalam distribusi normal ini juga terdapat 2 parameter, yaitu mean dan varians. Maka, penerapan statistik parametris ini perlu memperhatikan hal hal seperti sampel diperoleh secara random (acak) dengan jumlah yang dianggap dapat mewakili populasi. Sedangkan Statistika Nonparametris digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal. Namun dalam statistik ini, tidak semua kondisi dalam pengukuran psikologi ideal untuk diterapkan pada semua teknik statistik, seperti contoh sulit mengasumsi bahwa variabel psikologis tertentu terdistribusi secara normal. Oleh karena itu, metode statistik nonparametris ini dianggap dapat lebih menjawab kebutuhan dan sesuai dengan kondisi dalam ilmu Psikologi.
Sabtu, 13 November 2010
Manusia dan Pandangan Hidup
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup berarti pemikiran atau suatu pertimbangan seseorang yang akan dijadikan pedoman hidup, arahan, tujuan, serta bagaimana melihat kehidupan kedepannya. Setiap manusia punya pandangan hidup dan memilikinya. Pandangan hidup adalah dasar dari seseorang untuk membimbing jasmani maupun rohani. Pandangan hidup tidak sama halnya dengan cita-cita, namun pandangan hidup juga bisa mencerminkan cita-cita, karena dari pandangan hidup itulah seseorang mampu berfikir dan menghayati bagaimana akan kemampuannya dalam menggapai cita-cita.
Didalam pandangan hidup ada faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain keyakinan, usaha, cita-cita atau tujuan hidup dan berbuat kebaikan. Keyakinan merupakan tonggak penting serta dasar dalam memulai tujuan hidup karena dari sinilah manusia berakal dan mempercayai bahwa setiap tujuan hidup yang dipilih adalah sesuai dengan keyakinan mereka. Jika faktor usaha adalah upaya bagi untuk terus berusaha dalam menggapai apa yang kita ingin. Cita-cita disini merupakan suatu keinginan yang ingin dicapai seseorang dan jika belum sampai masih dikatakan sebagai angan-angan bisa juga masih menjadi suatu upaya untuk menggapainya.
Jika manusia tidak mempunyai pandangan hidup berarti mereka tidak memiliki kemana arah dan tujuan hidup mereka. Manusia yang merasa tidak peduli dengan hal ini akan membawa dampak negatif dan pengaruh buruk.
Adapun faktor lain diantaranya pengalaman dan pergaulan. Pengalaman adalah guru terbaik, belajar tidak hanya sekedar membaca, menulis, mendengar serta mempehatikan saja namun mampu menggabungkan keempat unsur tersebut dalam satu kesatuan. Dan bisa menerapkan dalam kehidupan kita agar kita mampu membaca karakter dan juga menganalisis berbagai permasalahan serta memberi solusi. Jika pergaulan, pergaulan adalah karakter yang terbentuk oleh pergaulan baik dalam akademis (sekolah, kampus, lembaga) maupun nonakademis (keluarga, lingkungan rumah). Pergaulan dapat membentuk cara pandang dan pola pikir seseorang. Maka dengan pola berpikirnya seseorang akan sangat mempengaruhi karena dalam pergaulan kita belajar melakukan ‘pengalaman’.
Dari faktor-faktor yang telah disebutkan, merupakan faktor yang mempengaruhi pola pikir, kedewasaan dan pandangan hidup seseorang. Karena tidak mungkin cara pandang, pola pikir serta kedewasaan dapat timbul jika tidak adanya faktor yang mempengaruhi dan membentuknya.
Sumber : google
Pandangan hidup berarti pemikiran atau suatu pertimbangan seseorang yang akan dijadikan pedoman hidup, arahan, tujuan, serta bagaimana melihat kehidupan kedepannya. Setiap manusia punya pandangan hidup dan memilikinya. Pandangan hidup adalah dasar dari seseorang untuk membimbing jasmani maupun rohani. Pandangan hidup tidak sama halnya dengan cita-cita, namun pandangan hidup juga bisa mencerminkan cita-cita, karena dari pandangan hidup itulah seseorang mampu berfikir dan menghayati bagaimana akan kemampuannya dalam menggapai cita-cita.
Didalam pandangan hidup ada faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain keyakinan, usaha, cita-cita atau tujuan hidup dan berbuat kebaikan. Keyakinan merupakan tonggak penting serta dasar dalam memulai tujuan hidup karena dari sinilah manusia berakal dan mempercayai bahwa setiap tujuan hidup yang dipilih adalah sesuai dengan keyakinan mereka. Jika faktor usaha adalah upaya bagi untuk terus berusaha dalam menggapai apa yang kita ingin. Cita-cita disini merupakan suatu keinginan yang ingin dicapai seseorang dan jika belum sampai masih dikatakan sebagai angan-angan bisa juga masih menjadi suatu upaya untuk menggapainya.
Jika manusia tidak mempunyai pandangan hidup berarti mereka tidak memiliki kemana arah dan tujuan hidup mereka. Manusia yang merasa tidak peduli dengan hal ini akan membawa dampak negatif dan pengaruh buruk.
Adapun faktor lain diantaranya pengalaman dan pergaulan. Pengalaman adalah guru terbaik, belajar tidak hanya sekedar membaca, menulis, mendengar serta mempehatikan saja namun mampu menggabungkan keempat unsur tersebut dalam satu kesatuan. Dan bisa menerapkan dalam kehidupan kita agar kita mampu membaca karakter dan juga menganalisis berbagai permasalahan serta memberi solusi. Jika pergaulan, pergaulan adalah karakter yang terbentuk oleh pergaulan baik dalam akademis (sekolah, kampus, lembaga) maupun nonakademis (keluarga, lingkungan rumah). Pergaulan dapat membentuk cara pandang dan pola pikir seseorang. Maka dengan pola berpikirnya seseorang akan sangat mempengaruhi karena dalam pergaulan kita belajar melakukan ‘pengalaman’.
Dari faktor-faktor yang telah disebutkan, merupakan faktor yang mempengaruhi pola pikir, kedewasaan dan pandangan hidup seseorang. Karena tidak mungkin cara pandang, pola pikir serta kedewasaan dapat timbul jika tidak adanya faktor yang mempengaruhi dan membentuknya.
Sumber : google
Manusia dan Penderitaan
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan kebanyakkan terjadi kepada orang-orang yang teraniaya atau memang sudah jalannya menjadi seseorang yang menderita. Penderitaan yang terjadi didalam diri seseorang bisa karena faktor internal dan eksternal, bila pada faktor internal biasanya terjadi permasalahan didalam keluarga ataupun masalah pribadi. Yang juga terjadi perselisihan antar-masyarakat, ketidak-sepadanan dalam berpendapat dan banyak lagi. Namun ada pula orang yang menderita karena sudah takdirnya seperti menderita karena penyakit sehingga tak dapat melakukan aktifitas sebagaimana mestinya. Dalam hal ini, banyak orang-orang yang merasa sakit sekali hatinya lantaran derita yang dialaminya yang tak dapat melakukan hal-hal yang sebagaimana banyak orang dapat melakukannya.
Penderitaan orang juga muncul dari suatu perlakuan buruk dimasa lalu yang menjadikan orang yang menderita tersebut menjadi kehilangan kehidupan normalnya. Derita pasti diidentikkan dengan segala hal yang menyedihkan, menyakitkan, rasa kasihan dsb. Penderitaan juga terjadi dalam hal terjadinya suatu bencana alam, yang menjadikan korban-korbannya kehilangan harta benda mereka, kehilangan sanak saudara, dan menjadikan kehidupan mereka tak layak.
Sebenarnya penderitaan yang dialami manusia dapat dipulihkan kembali dengan rasa saling membantu dalam hal materi, rohani, moral, psikologis, spiritual dsb. Dengan begitu akan banyak berkurangnya manusia-manusia yang tak dapat merasakkan indahnya hidup yang tak sempat dinikmatinya. Dan dengan bantuan itu pula, orang yang membantu pun akan merasa senang jika yang menderita dapat tersembuhkan kembali, jadi ada rasa saling membantu satu sama lain, yang mendertia dapat dipulihkan kondisinya dan yang membantu dapat merasakan anugerah karena dapat menolong. Bukankah jika kita menolong akan ada sesuatu yang dirasa sangat speechless? Akan sangat terasa bahagia karena dapat mengurangi beban seseorang?
Manusia dan penderitaan kian banyak terjadi didunia ini, dalam berbagai masalah. Tentu ini menjadi faktor utama untuk bisa lebih mensejahterakan hidup orang lain. Maka dari itu, orang yang hidup bahagia harus merasa bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan segalanya yang terbaik.
Derita manusia banyak juga yang tidak dirasakan oleh yang mengalaminya, namun ia tetap hidup sebagaimana adanya dengan tidak memikirkan apa yang dideritanya. Hal itu tak baik karena akan menganggu pikirannya lebih lanjut dimasa yang akan datang, juga menganggu beban psikologisnya.
Penderitaan kebanyakkan terjadi kepada orang-orang yang teraniaya atau memang sudah jalannya menjadi seseorang yang menderita. Penderitaan yang terjadi didalam diri seseorang bisa karena faktor internal dan eksternal, bila pada faktor internal biasanya terjadi permasalahan didalam keluarga ataupun masalah pribadi. Yang juga terjadi perselisihan antar-masyarakat, ketidak-sepadanan dalam berpendapat dan banyak lagi. Namun ada pula orang yang menderita karena sudah takdirnya seperti menderita karena penyakit sehingga tak dapat melakukan aktifitas sebagaimana mestinya. Dalam hal ini, banyak orang-orang yang merasa sakit sekali hatinya lantaran derita yang dialaminya yang tak dapat melakukan hal-hal yang sebagaimana banyak orang dapat melakukannya.
Penderitaan orang juga muncul dari suatu perlakuan buruk dimasa lalu yang menjadikan orang yang menderita tersebut menjadi kehilangan kehidupan normalnya. Derita pasti diidentikkan dengan segala hal yang menyedihkan, menyakitkan, rasa kasihan dsb. Penderitaan juga terjadi dalam hal terjadinya suatu bencana alam, yang menjadikan korban-korbannya kehilangan harta benda mereka, kehilangan sanak saudara, dan menjadikan kehidupan mereka tak layak.
Sebenarnya penderitaan yang dialami manusia dapat dipulihkan kembali dengan rasa saling membantu dalam hal materi, rohani, moral, psikologis, spiritual dsb. Dengan begitu akan banyak berkurangnya manusia-manusia yang tak dapat merasakkan indahnya hidup yang tak sempat dinikmatinya. Dan dengan bantuan itu pula, orang yang membantu pun akan merasa senang jika yang menderita dapat tersembuhkan kembali, jadi ada rasa saling membantu satu sama lain, yang mendertia dapat dipulihkan kondisinya dan yang membantu dapat merasakan anugerah karena dapat menolong. Bukankah jika kita menolong akan ada sesuatu yang dirasa sangat speechless? Akan sangat terasa bahagia karena dapat mengurangi beban seseorang?
Manusia dan penderitaan kian banyak terjadi didunia ini, dalam berbagai masalah. Tentu ini menjadi faktor utama untuk bisa lebih mensejahterakan hidup orang lain. Maka dari itu, orang yang hidup bahagia harus merasa bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan segalanya yang terbaik.
Derita manusia banyak juga yang tidak dirasakan oleh yang mengalaminya, namun ia tetap hidup sebagaimana adanya dengan tidak memikirkan apa yang dideritanya. Hal itu tak baik karena akan menganggu pikirannya lebih lanjut dimasa yang akan datang, juga menganggu beban psikologisnya.
Manusia dan Keadilan
MANUSIA DAN KEADILAN
Jika membicarakan sebuah keadilan, keadilan dimana-mana amat sangat penting peranannya dan harus benar-benar ditegakkan. Karena seiring berjalannya waktu, sebuah keadilan sudah tak dapat ditegakkan dengan baik, bahkan sudah sangat buruk dan kacau. Didalam kehidupan sehari-hari ini setiap orang pasti pernah merasakan bagaimana rasanya di-tidak-adil-kan, akan sangat tidak puas rasanya bila hal itu terjadi. Keadilan akan berjalan baik jika orang-orang berbuat jujur, namun terkadang berbuat jujur adalah hal yang sangat sulit dilakukan bila kita sambil dihadapkan dengan situasi yang buruk, permasalahan-permasalahan, kendala, resiko yang dihadapi yang umumnya disebabkan oleh sikap moral.
Seperti dinegara Indonesia, keadlian yang sebenarnya belum berjalan dengan baik, belum dapat ditegakkan, belum berjalan maksimal, belum tepat pada perannya. Banyak masyarakat yang kecewa, tidak puas, tidak senang dengan hasil dari keadilan di Indonesia. Umumnya karena banyak orang-orang hukum yang disuap agar yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Tentu itu bukan hal baik. Disini balik lagi kepada orang-orang hukum yang termakan oleh materi karena tak dapat menjalankan tugasnya dengan benar, orang pintar yang jadi menyalah-gunakan kepintarannya dengan memutar balikkan fakta. Orang yang berbuat dengan merugikan negara menjadi tak dihukum karena disuap agar tidak ditahan, sungguh membuat orang-orang menjadi tak senang dengan keadilan yang ada.
Padahal, jika keadilan berjalan maksimal akan berdampak positif. Yang berbuat salah akan menyadari atas semua apa yang telah diperbuatnya dan itu merupakan hal yang salah. Dan itu akan membuat banyak orang-orang yang bermasalah menjadi lebih menghargai akan keadilan dan perbuatannya sehingga bisa berbuat jujur.
Stabilitas didalam realitas kehidupan sangat penting adanya, karena jika tidak ada keseimbangan didalam kehidupan nyata, dunia akan berat sebelah dan banyak terjadi ketidak-adilan. Setiap manusia ingin memperoleh keadilan seadil-adilnya agar tercipta kehidupan yang lebih sejahtera dan damai.
Keadilan yang bertujuan selain mesejahterakan kehidupan manusia didunia juga untuk memelihara ketertiban masyarakat. Jika keadilan itu sendiri tak berjalan dengan baik pasti akan merusak dan menghancurkan pertalian didalam masyarakat.
Dengan demikian setiap orang berhak memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
sumber : google
Jika membicarakan sebuah keadilan, keadilan dimana-mana amat sangat penting peranannya dan harus benar-benar ditegakkan. Karena seiring berjalannya waktu, sebuah keadilan sudah tak dapat ditegakkan dengan baik, bahkan sudah sangat buruk dan kacau. Didalam kehidupan sehari-hari ini setiap orang pasti pernah merasakan bagaimana rasanya di-tidak-adil-kan, akan sangat tidak puas rasanya bila hal itu terjadi. Keadilan akan berjalan baik jika orang-orang berbuat jujur, namun terkadang berbuat jujur adalah hal yang sangat sulit dilakukan bila kita sambil dihadapkan dengan situasi yang buruk, permasalahan-permasalahan, kendala, resiko yang dihadapi yang umumnya disebabkan oleh sikap moral.
Seperti dinegara Indonesia, keadlian yang sebenarnya belum berjalan dengan baik, belum dapat ditegakkan, belum berjalan maksimal, belum tepat pada perannya. Banyak masyarakat yang kecewa, tidak puas, tidak senang dengan hasil dari keadilan di Indonesia. Umumnya karena banyak orang-orang hukum yang disuap agar yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Tentu itu bukan hal baik. Disini balik lagi kepada orang-orang hukum yang termakan oleh materi karena tak dapat menjalankan tugasnya dengan benar, orang pintar yang jadi menyalah-gunakan kepintarannya dengan memutar balikkan fakta. Orang yang berbuat dengan merugikan negara menjadi tak dihukum karena disuap agar tidak ditahan, sungguh membuat orang-orang menjadi tak senang dengan keadilan yang ada.
Padahal, jika keadilan berjalan maksimal akan berdampak positif. Yang berbuat salah akan menyadari atas semua apa yang telah diperbuatnya dan itu merupakan hal yang salah. Dan itu akan membuat banyak orang-orang yang bermasalah menjadi lebih menghargai akan keadilan dan perbuatannya sehingga bisa berbuat jujur.
Stabilitas didalam realitas kehidupan sangat penting adanya, karena jika tidak ada keseimbangan didalam kehidupan nyata, dunia akan berat sebelah dan banyak terjadi ketidak-adilan. Setiap manusia ingin memperoleh keadilan seadil-adilnya agar tercipta kehidupan yang lebih sejahtera dan damai.
Keadilan yang bertujuan selain mesejahterakan kehidupan manusia didunia juga untuk memelihara ketertiban masyarakat. Jika keadilan itu sendiri tak berjalan dengan baik pasti akan merusak dan menghancurkan pertalian didalam masyarakat.
Dengan demikian setiap orang berhak memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
sumber : google
Manusia dan Tanggung Jawab
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dikatakkan sebagai sebuah suatu kedaan yang dituntut untuk menanggung segala sesuatu dan menanggung segala resiko yang akan diterima. Beban yang dimiliki manusia dengan apa yang diperbuatnya harus dihadapinya, ditanggungnya, dan diselesaikannya.
Tanggung jawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia bahkan bagi seorang anak yang masih kecil. Seorang anak yang masih kecil ketika ia baru masuk sekolah akan langsung dibebani dengan sebuah tanggung jawab, seperti adanya pekerjaan rumah, itu sudah menunjukkan bahwa anak-anak sekalipun sudah memiliki rasa tanggung jawab yang harus dilakukannya. Tanggung jawab, hal yang mungkin setiap harinya pasti dilalui banyak manusia entah dalam pekerjaan, masalah pribadi ataupun dalam keluarga. Namun rasa tanggung jawab dinilai sesuatu yang sudah biasa bahkan kadang banyak sebagian orang stres karena memikirkan tanggung jawab mereka yang dirasa terlalu berat, tak dapat dipikulnya, dan tak mudah dilaluinya. Contoh tanggung jawab besar didalam kehidupan manusia adalah orang tua dalam menjaga dan membesarkan anak mereka, itu sudah menjadi hal lumrah tetapi jika para orang tua memikirkan hal itu memang cukup berat untuk menjaga anak-anaknya untuk beberapa tahun kedepan dengan berbagai masalah yang pasti akan datang menghadang yang dihadapi orang tua dan anaknya. Contoh lain adalah perbuatan kriminal yang sangat keji seperti membunuh. Orang yang berani membunuh harus berani pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya, menanggung beban yang bakal dihadapi dan menghadapi resiko yang pasti akan sangat tidak menyengangkan jika dibayangkan.
Macam-macam tanggung jawab ada pada tanggung jawab kepada diri sendiri. Seperti contoh kita dituntut untuk melakukan pekerjaan yang kita terima, jika kita mempunyai seorang adik, kita juga mempunyai hak tanggung jawab dalam menjaga adik kita selain tanggung jawab dari orang tua kita sendiri. Ada pula tanggung jawab kita terhadap keluarga. Kita bertanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga kita, untuk membuat hubungan keluarga menjadi lebih baik lagi. Tanggung jawab terhadap Tuhan, dengan menjalankan ibadah setiap hari, itu merupakan tanggung jawab yang kita miliki dan juga menjaga bumi kita dengan baik karena tanpa Tuhan dunia ini tak akan ada. Serta tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, dengan selalu menjaga, mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan serta selalu berbuat baik dengan mematuhi peraturan-peraturan di negara kita, jika kita melanggar tentu kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat.
Dengan demikian sebuah rasa tanggung jawab amat penting dipertanggung jawabkan agar kehidupan menjadi lebih adil dan tidak berat sebelah, dan itu tergantung dari setiap individu yang memahami apa arti tanggung jawab.
sumber : google
Setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dikatakkan sebagai sebuah suatu kedaan yang dituntut untuk menanggung segala sesuatu dan menanggung segala resiko yang akan diterima. Beban yang dimiliki manusia dengan apa yang diperbuatnya harus dihadapinya, ditanggungnya, dan diselesaikannya.
Tanggung jawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia bahkan bagi seorang anak yang masih kecil. Seorang anak yang masih kecil ketika ia baru masuk sekolah akan langsung dibebani dengan sebuah tanggung jawab, seperti adanya pekerjaan rumah, itu sudah menunjukkan bahwa anak-anak sekalipun sudah memiliki rasa tanggung jawab yang harus dilakukannya. Tanggung jawab, hal yang mungkin setiap harinya pasti dilalui banyak manusia entah dalam pekerjaan, masalah pribadi ataupun dalam keluarga. Namun rasa tanggung jawab dinilai sesuatu yang sudah biasa bahkan kadang banyak sebagian orang stres karena memikirkan tanggung jawab mereka yang dirasa terlalu berat, tak dapat dipikulnya, dan tak mudah dilaluinya. Contoh tanggung jawab besar didalam kehidupan manusia adalah orang tua dalam menjaga dan membesarkan anak mereka, itu sudah menjadi hal lumrah tetapi jika para orang tua memikirkan hal itu memang cukup berat untuk menjaga anak-anaknya untuk beberapa tahun kedepan dengan berbagai masalah yang pasti akan datang menghadang yang dihadapi orang tua dan anaknya. Contoh lain adalah perbuatan kriminal yang sangat keji seperti membunuh. Orang yang berani membunuh harus berani pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya, menanggung beban yang bakal dihadapi dan menghadapi resiko yang pasti akan sangat tidak menyengangkan jika dibayangkan.
Macam-macam tanggung jawab ada pada tanggung jawab kepada diri sendiri. Seperti contoh kita dituntut untuk melakukan pekerjaan yang kita terima, jika kita mempunyai seorang adik, kita juga mempunyai hak tanggung jawab dalam menjaga adik kita selain tanggung jawab dari orang tua kita sendiri. Ada pula tanggung jawab kita terhadap keluarga. Kita bertanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga kita, untuk membuat hubungan keluarga menjadi lebih baik lagi. Tanggung jawab terhadap Tuhan, dengan menjalankan ibadah setiap hari, itu merupakan tanggung jawab yang kita miliki dan juga menjaga bumi kita dengan baik karena tanpa Tuhan dunia ini tak akan ada. Serta tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, dengan selalu menjaga, mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan serta selalu berbuat baik dengan mematuhi peraturan-peraturan di negara kita, jika kita melanggar tentu kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat.
Dengan demikian sebuah rasa tanggung jawab amat penting dipertanggung jawabkan agar kehidupan menjadi lebih adil dan tidak berat sebelah, dan itu tergantung dari setiap individu yang memahami apa arti tanggung jawab.
sumber : google
Langganan:
Postingan (Atom)